Guru Diharapkan Tidak Memarahi Siswa Di Tengah Orang Banyak

Foto Kontributor
Adm Sulawesi Selatan

Kontributor

Rabu, 18 Januari 2023
...

Tonra, (Humas Bone) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Abd. Hafid M. Talla buka kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Guru RA untuk wilayah Bone Selatan dan Bone Barat. Kegiatan dipusatkan di RA Hafizh Impian Tonra, Rabu (18/1/2023).

Kedatangan kepala Kantor Kemenag Bone sebagai bentuk kecintaan dan kepeduliannya terhadap guru-guru dijajarannya. Ia datang bersama dengan Pengawas Madrasah tingkat MI Hartati selaku mentor  dalam kegiatan tersebut.

Workshop ini diikuti 16 Kepala RA dari Bone Selatan dan Bone Barat sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh Nurliana Pengawas Madrasah tingkat MI/RA untuk wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan tujuan kegiatan workshop.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru RA, untuk diwilayah saya ada 16 RA puang, tapi kami adalah pengawas tingkat MI yang merangkap ke pengawas RA,” kata Nurliana.

Sementara itu, sebagai pembiasaan dan menjadi ciri khas dalam mengawali sambutan dan arahannya, Kepala Kantor Kemenag Bone mengajak para peserta workshop untuk membaca surah al-fatihah. Ia membaca ayat demi ayat surah al-fatihah sambil diikuti oleh para peserta. Menurutnya, membaca surah al-fatihah harus dibiasakan untuk mengawali kegiatan.

Lebih darit, Abd. Hafid dalam meningkatkan kompetensi dan mutu pendidikan, para guru harus memiliki tiga hal kecerdasan. Ia menyebutkan dan menjelaskan tiga kecerdasan yang dimaksudnya.

“Pertama kecerdasan intelektual  atau intelegensi yang  menghasilkan pola pikir yang berdasarkan logika, tepat, akurat, dan dapat dipercaya. Guru mampu memiliki analisis yang tajam dan memiliki kemampuan untuk menyusun strategi pembelajaran.

Kedua, kecerdasan emosional yaitu menjadikan diri kita mampu mengelola emosi dan mengenali perasaan diri sendiri dan peserta didik. Ini juga menyangkut psikologi perkembangan, jangan marahi siswa di tengah orang banyak. Misalkan ketika anak menyelesaikan tugas, kita bisa sampaikan jika jawaban ananda sudah benar cuma belum sempurna.

Ketiga, kecerdasan spritual yang tentu menyangkut keagamaan kita. Jadilah contoh teladan buat anak-anak kita. Jangan sampai kita suruh siswata pergi salat lantas kita belum,” jelas Abd. Hafid yang juga selaku Ketua Forum Kakan Kemenag Provinsi Sulsel. (ahdi)

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default