Manasik Haji, Kakan Kemenag Bone Peragakan Penggunaan Tisu Toilet Saat Darurat
Kontributor
Watampone, (Humas Bone) – Talbiyah haji menggema di Masjid Al-Fatihah Jl. Andalas, Kelurahan Manurunge, Watampone. Talbiyah dilantukan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Abd. Hafid M. Talla dan diikuti 78 peserta Bimbingan Manasik Haji, Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1444 H / 2023 M.
Pada saat itu Abd. Hafid M. Talla menghadiri kegiatan manasik haji gabungan yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Tanate Riattang dan KUA Kecamatan Tanete Riattang Timur. Abd. Hafid M. Talla hadir sebagai narasumber untu menyampaikan Hak dan Kewajiban Jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji, Sabtu (13/5/2023).
Sebelum mengawali materi, Abd. Hafid M. Talla mengajak para JCH untuk bertalbiyah. Tidak hanya sekali, namun kalimat talbiyah ini juga dilantunkan saat pertengahan membawakan materi dan ketika mengakhiri materinya.

Terkait Hak dan Kewajiban, Kepala Kantor Kemenag Bone menyampaikan Udang-undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Menurutnya, hak dan kewajiban masyarakat tidak hanya diperoleh dilingkup Kementerian Agama. Hak yang dimaksud adalah pelayanan, pembinaan dan perlidungan.
Misalkan hak pelayanan, untuk mendaftar haji wajib menyertakan kartu identitas. Untuk memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang pengurusannya berangkat dari tingat RT hingga ke Dinas Pecatatan Sipil. Pemerintah Daerah harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara dalam pembinaan, Kementerian Agama menyelenggarakan manasik haji sepanjang tahun bahkan lebih spesifik ketika mendekati pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci. Para jemaah juga memperoleh Living Cost. Tidak hanya itu, jemaah juga mendapat hak perlindungan, untuk itu kata Abd. Hafid jemaah harus memperbaiki atau menjaga dokumen haji.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekah, Abd. Hafid mengajak para jemaah calon haji untuk memperbaiki niat untuk melaksanakan ibadah haji, meminta restu dari orang tua meskipun sudah tiada dan memperbanyak zikir.

Lebih dari itu, Abd. Hafid menjelaskan bagaimana bersuci saat situasi darurat. Diketahui bahwa perjalanan dari Indonesia ke Saudi Arabiah menggunakan pesawat. Dalam hal bersuci, umat Islam menggunakan air bersih, namun bagaimana mengatasi jika air dalam toilet tidak tersedia atau macet.
Katanya, dalam situasi darurat, jemaah dapat bertayamum. Kalaupun sudah buang air besar, dapat menggunakan tizu toilet. Dengan gamblang, Abd. Hafid M. Talla memperaktekan bagaimana mengguanakan tizu toilet dalam situasi darurat, hingga membuat peserta manasik tertawa.
Sementara itu, Kepala KUA Tanete Riattang Abd. Wahid Arif menyampaikan jumlah peserta manasik haji. Ia juga menyebutkan adanya mutasi jemaah dari daerah lain.
“Dari 78 peserta manasik antaranya porsi jadi yang melunasi 36 orang ditambah cadangan 8 orang untuk wilayah Tanete Riattang. Sementara untuk Tanete Riattang Timur 30 porsi jadi, ditambah cadangan 4 orang. Ada juga informasi kami dapat jika ada mutasi 7 orang,” ungkap Kepala KUA Tanete Riattang. (ahdi)